Jul 1, 2011

SIAPA YANG PANTAS MEMIMPIN BANTEN KE DEPAN ?

SIAPA YANG PANTAS MEMIMPIN BANTEN KE DEPAN ?

Mungkin karena sebentar lagi akan ada perhelatan Pilgub provinsi Banten, sepupu saya nanya dalam statusnya FBnya, adapun pertanyaannya persis seperti judul tulisan ini. Uniknya, dia memberi warning katanya : “yang membaca ini (status fbnya) harus menjawab! “, tentu saja ada beberapa saudaranya yang lain sudah menjawab, termasuk ada yang jawab bahwa bapaknya dia pantas memimpin J…ada juga yang bilang bahwa yang pantas itu yang menang dalam Pilgub….. that’s right brother… !

Dan kini giliran saya yang belum jawab, tadinya sech mau jawab biasa aza seperti layaknya komen-komenan dalam FB, tapi karena terdorong rasa kangen sama sepupu saya yang masih harus berjuang dengan sakitnya (belum bisa bezuk ya..! semoga Alloh segera meberikan kesembuhan seperti biasa, aamiin) saya terdorong untuk menjawabnya dengan tulisan ini, mudah-mudahan ini menjadi obrolan ringan dan menambah keceriaan kita seperti saat menyantap nasi liwet dengan ikan asin, lalab genjer dan sambal terasi. Selain dalam rangka komen-komenan di FB seperti diceritakan diatas, dengan cara ini mudah-mudahan menjadi sharing pemahaman dengan yang lain yang barangkali bisa menyempatkan diri membaca tulisan ini

Kepantasan yang (mudah-mudahan) Ideal

Kalau dilihat dari kepantasan, semua yang mau mencalonkan diri atau dicalonkan bisa dikatakan pantas (nya gareulis, nya karasep, nya palinter, nya barisa ngaji pasti bae atuh pantes….. he…he..he….sanes kitu abah ?).

Hanya saja bagi kita selaku pemilih harus menentukan sikap, dengan cara menentuka, visi/misi yang hendak kita "titipkan" kepada para calon/figur. Adapun visi/misi tersebut dapat kita pilih dari beberapa konsep: (1) "melanjutkan", (2) "memperbaiki", (3) "memperbaharui" atau (4) "untung-untungan" sekalipun.

(1) Melanjutkan

Visi untuk melanjutkan sudah tentu kita faham, dalam artian bahwa saat ini mereka sedang melakukan/melaksanakan tata pemerintahan di Banten dan perlu waktu atau diberi kesempatan untuk melanjutkannya.

Apabila kita memilih visi/misi ini yang akan kita “titipkan” maka kita dapat menentukan pilihan kandidat mana yang dapat melaksanakan visi/misi tersebut.

Terlepas dari sesuai atau tidaknya tata kelola pemerintahan saat ini dengan aspirasi masyarakat, bakal calon tentu punya cita-cita untuk melanjutkan apa yang selama ini telah mereka laksanakan oleh karena itu kewajiban masyarakat untuk mengontrol jalannya pemerintahan selanjutnya.

Sebagai anggota masyarakat tentu anda punya penilaian, dan hasil penilaian tersebut akan menetukan sikap anda, apakah masih perlu diberikan kesempatan untuk melanjutkan atau sebaliknya.


(2) Memperbaiki

Dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan siapapun pemerintahnya tentu ada plus dan minusnya, dengan kata lain ada yang sesuai harapan dan juga sebaliknya.

Dalam kategori ini, visi yang akan dikembangkan secara umum hanya memperbaiki yang kurang sesuai dengan harapan dan sebaliknya mempertahankan yang sudah sesuai. Dengan kata lain, bahwa pada visi ini upayanya cenderung tidak terlalu signifikan dan menyeluruh. Adapun teknis yang paling mudah mereka lakukan adalah disiplin dan kontrol anggaran yang lebih jujur, bersih dan transparan, adapun pembaharuan/pembangunan yang significan dan menyeluruh akan cenderung sulit untuk di tonjolkan.

Pada kategori ini juga ada pigure/kandidat yang dapat mewakili, dan tugas kita sebagai pemegang aspirasi (pemilih) menentukan siapa figure tersebut.

(3) Memperbaharui

Memperbaiki dan memperbaharui pada dasarnya serupa tapi tidak sama, tidak samanya terletak pada luasnya dan menyeluruhnya aspek (komprehensive), berbobot/pundamentalnya aspek (siginifikan), disiplinya pemanfaatan waktu/target (timely). Kalau dalam “memperbaiki” unsur pelaksanaan lebih kepada “menambal-sulam” yang robek/bolong, tetapi kalau dalam memperbaharui lebih dari itu juga ada unsur inovatif /kreatif atau dengan kata lain lebih menggigit atau lebih greget.

Dalam konteks Banten, saat ini yang dibutuhkan bukan hanya memperbaiki tetapi juga perlu pembaharuan menyeluruh dalam segala aspek baik itu apsek SDM/Aparatur maupun Infrastruktur begitu juga aspek Sosial maupun Moral.

Memang tidak mudah kita mencari/menentukan “mutiara” dalam lautan yang dapat menjadi primadona setiap insan, sosok/figure yang dapat menjadi tokoh perbaikan/pembaharuan di bumi Banten tercinta. Tetapi apakah sama-sekali tidak ada ?... pasti ada ! ….lalu siapa ? inilah tugas anda sebagai pemilih untuk menentukan siapa kira-ira figure yang masuk pada kriteria ini

(4) Untung-untungan

Maksud untung-untungan (gambling) disini dalam artian bahwa secara kalkulasi politik - baik dilihat dari pengusungan oleh partai politik, indikasi dukungan dari masing-masing region/wilayah (basis dukungan), faktor kapasitas pribadi maupaun peran/ketokohan pada lingkungan masyarakat - tidak terlalu menonjol, tetapi mereka tetap mencalonkan diri ataupun ada beberapa kelompok orang yang mendorong untuk ikut maju dalam Pilgub (dicalonkan).

Secara hak dalam berpolitik kesempatan figure calon dalam kategori ini sama dengan yang tiga kategori diatas dalam artian memiliki hak dipilih atau memilih, akan tetapi dalam prakteknya kemungkinan-kemungkinan yang menjadi jalan dia untuk terpilih tidak lebih terbuka dari ketiga kategori yang lainnya, karena sedikitnya instrumentasi yang dapat dikalkulasinya.

Itu dari sisi kalkulasi politik, belum lagi dari sisi efektifitas jalannya pemerintahan apabila figure tersebut (memang) nantinya terpilih. Bagi calon yang secara kalkulasi politik minim tetapi terpilih, maka salah-satu hal yang akan terasa sulit dan berpotensi mengganggu efektifitas jalannya pemerintahan adalah sulitnya membangun komunikasi politik antar lembaga khususnya dengan lembaga legislative. Bisa kita bayangkan apabila lembaga legislative dan eksekutif banyak bersebrangan terlebih lagi gontok-gontokan sulit untuk bekerja maksimal dan sulit untuk menentukan arah pembangunan.

Apakah ada bakal calon yang masuk kategori ini ? tugas andalah para pemilih yg menilai ! lalu jika jawabannya ada apakah anda tertarik untuk memilihnya ? atau memang nantinya tidak ada, baik itu karena tidak lolos verifikasi ataupun karena memang tidak ada yang berani mencalonkan diri dan tidak ada mobilisasi untuk pencalonannya…mari kita tunggu pada waktunya nanti.

Semua orang tentu punya pilihan yang berbeda mengenai visi/misi mana yang hendak mereka pilih untuk di ”titipkan” kepada para bakal calon, dan silahkan anda pilih salah-satu dari ke-empat tersebut dan ingat itu akan menentukan “warna” Banten kedepan apakah warnanya akan “biasa-biasa” saja, terang-benderang atau bersinar atau bahkan sebaliknya meredup.

Sebagai yang menyampaikan pemahaman dari analisa ini, tentulah saya memiliki pandangan/pilihan sendiri visi/mana yang saat ini dibutuhkan Banten,

Tapi …..((( sambil tengok kiri dan kanan..he..he..))) jangan tanya yang mana ? ya ..! karena saya sendiri masih harus nanya petugas dulu apakah terdaftar atau tidak sebagai pemegang hak pilih nanti… Allah ‘alam

Juni 2011, by: Rustandi (alumni 1996). Tinggal di Pamulang, Tangsel, Banten