Jan 29, 2010

MEMAHAMI RUSAKNYA KONDISI JALAN DI BANJARSARI (JL. RAYA SAKETI-MALINGPING) - Bagian Pertama

Oleh : Rustandi

1. PENGANTAR

Dalam satu minggu terakhir ini saya telah menerima dua informasi yang secara garis besar menyoroti ironi di wilayah Lebak bagian selatan khususnya diwilayah kecamatan Banjarsari. Salah-satu ironi tersebut yang paling menjadi sorotan yaitu menyangkut kondisi infrastruktur jalan yang rusak berat.

Sebagai sesama urang Banjarsari tentu kita semua turut merasa prihatin dengan kondisi diatas, Karena kita semua menyadari betapa pentingnya kondisi jalan untuk kenyamanan setiap mobilitas penduduk.

Merasa tersentuh dan prihatin dengan kondisi ironi tersebut tentu saja bisa dikatakan ibarat setitik garam dilautan, mengingat begitu besarnya permasalahan yang terjadi.

Meminjam pendekatan teologis dalam menanggulangi kemunkaran yang bisa dilakukan dengan: tangan, lisan ataupun hanya dalam hati sekalipun; maka rusaknya kondisi jalan tersebut -yang notabene adalah pasilitas umum- dapat kita ibaratkan sebagai sebuah “kemunkaran”, maka setiap orang “dipanggil” untuk menanggulangi kemunkaran tersebut sesuai dengan proporsi yang dimilikinya. Bagi yang memiliki kekuasaan bisa dengan otoritas kebijakannya (tangan), tapi bila tidak mampu bisa dengan usulan, saran atau dalam konotasi ekstrimnya demo/unjuk-rasa (lisan). Lantas apabila dengan keduanya (tangan dan lisan) tidak bisa, kita masih bisa ikut menanggulangi kemunkaran tersebut dengan cara “menggerutu” dalam hati.

Lantas timbul pertanyaan: “hubungannya tulisan sederhana ini dengan uraian diatas apa ?

Sesungguhnya pertanyaan itu yang ingin penulis jawab, tulisan ini merupakan ungkapan keprihatinan penulis atas rusaknya kondisi jalan khususnya yang berada di wilayah kecamatan Banjarsari, Lebak. Dalam menanggulangi “kemunkaran” sebagiamana ibarat dalam konteks diatas, sesungguhnya penulis bukan siapa-siapa karena bukan pemangku kebijakan yang memiliki otoritas begitupula apabila penulis harus terus-menerus menggerutu didalam hati untuk mengungkapkan keprihatinan, penulis juga merasa “ada yang kurang”, kurang apa ? yaitu kurang merasa tersalurkan.

Dengan tangan bukan proporsinya, menggerutu terus takut dikira tidak waras, salah-satu yang dapat penulis tempuh adalah dengan yang kedua yaitu dengan lisan/ucapan.

Tetapi bila, ujug-ujung teu puguh-puguh datang kepada pejabat yang berwenang malah nanti dikira yang mau baramaen, mau memobilisasi massa untuk mengadakan demonstrasi seperti yang dulu pernah dilakukan oleh para awak bus nanti malah bisa-bisa penulis di masukan kedalam sel dengan tuduhan provokator (yang kalau kata urang Banjarsari mah amit-amit jabang bayi tujuh turunan ulah kaalaman ulah nurun ka anak incu), tambah serem lagi kalau di cap merongrong kewibawaan pemerintah dan terindikasi subversive (seperti zaman orba itu lho…. !, he..he..he.. lebay banget ya… !)

Memang terkesan penakut sech (he…he.. he orang Banten masih ada yang penakut ya… !), bukan penakut…. ! tapi sieun ! ….(sieun anak jeung pamajikan teu aya nu maraban)…

Tulisan ini merupakan ungakapan keprihatinan penulis atas rusaknya kondisi jalan raya Saketi – Malingping khususnya yang masuk kedalam wilayah Banjarsari, ditinjau dari beberapa sudut-pandang.

BERSAMBUNG……








Jan 21, 2010

IKATAN ALUMNI SMAN 1 BANJARSARI-LEBAK : Suatu Pemikiran
Oleh: Rustandi **

A. PENGANTAR

Dalam waktu yang jaraknya tidak begitu jauh untuk kategori tulisan dengan segmen analisa atau pemikiran penulis setidaknya pernah menurunkan tulisan mengenai: “Pemberdayaan Mushola Al-Hakim”, “Mengukur Efektifitas Pembentukan Ikatan Mahasiswa UT” dan “Forum Komunikasi Jama’ah Haji Al-Barkah, Kloter 17 Tahun 2004”. Akan tetapi pada waktu itu belum sempat terfikirkan untuk menulis mengenai “Ikatan Alumni (ILUNI) SMAN Banjarsari, Lebak” padahal entitas SMA Banjarsari jauh telah lebih dahulu hadir dalam kehidupan penulis.

Analisa dan pemikiran dalam pokok tulisan ini (ILUNI), jujur baru terinspirasi setelah semakin dinamisnya aktifitas jejaring sosial dalam komunitas Facebook (FB) khususnya group Alumni SMAN 1 Banjarsari, Lebak.

Sebelum saya menjadi anggota aktif jejaring sosial tersebut, saya telah terlebih dahulu “berada” di FB, dan pada saat kerinduan ini muncul untuk dapat “bertemu dengan masa lalu” akhirnya “nyangkut” di jejaring FB Alumni SMAN 1 Banjarasri yang telah di kreasi oleh Imam Hasby Hamami .

Walaupun sedikit “kecewa” karena hingga saat ini belum bisa bertemu dengan sesama alumni satu angkatan terutama satu kelas (lulusan tahun 1996) namun saya sedikit terobati, sebab semakin hari jejaring tersebut semakin dinamis dan tidak tertutup kemungkinan semakin hari semakin bertambah anggotanya karena selain para murid/alumni juga ada para guru.


B. DASAR PEMIKIRAN

Dengan melihat latar-belakang semakin dinamis dan bertambah banyaknya anggota jejaring sosial tersebut, maka timbul pemikiran dan pertanyan : “bagaimana agar komunitas yang telah ada tersebut dapat di mobilisasi untuk dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Banjarsari, Lebak ? “

Dari pertanyaan tersebut lalu dapat terjawab dengan munculnya sebuah jawaban yaitu dengan cara membentuk sebuah formalisasi wadah atau organisasi yang mampu mewujudkan pertanyaan diatas.

C. TUJUAN

Pertanyaan telah terjawab yaitu dengan cara membentuk organisasi/wadah/ikatan. Akan tetapi tentu masih jadi pertanyaan kita khususnya para anggota jejaring sosial tersebut, pertanyaannya yaitu: “ tujuan pendirian wadah/ikatan tersebut untuk apa ?

Pembentukan wadah tersebut menurut hemat penulis setidaknya dapat dilihat dari tiga tujuan, yakni tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah dan tujuan jangka panjang.

Jangka pendek

Pada dasarnya tujuan jangka pendek telah berjalan, yaitu bertemunya kembali para alumni sehingga silaturahmi dan komunikasi dapat terus terbangun tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.


Jangka menengah

Secara substansi, jejaring sosial seperti FB tidak jauh berbeda dengan media-media sebelumnya yang telah lebih dahulu muncul misalanya groups (seperti halnya yahoo-groups) atau yang biasa dikenal dengan mailing list.

Wahana-wahana yang memanfaatkan teknologi internet tersebut setidaknya telah mampu menghimpun/mengumpulkan sekian banyak orang sehingga dapat membentuk sebuah komunitas. Dengan eskistensi komunitas yang terbentuk tersebut sebetulnya merupakan potensi bagi anggota komunitas untuk melakukan sesuatu “yang lebih dari itu”. Dengan kata lain dinamika yang terjadi didalam komunitas dapat ditingkatkan kepada sebuah tatanan yang lebih berdaya-guna dan berhasil-guna. Hanya saja, efektifitas dari pemberdayaan komunitas tersebut sangat tergantung kepada kemauan para anggota komunitas; mau dikemanakan komunitas yang ada tersebut ?

Pemikiran untuk membentuk wadah/ikatan yang terformalisasi merupakan bagian dari upaya pemberdayaan komunitas dalam konteks sebagaimana uraian diatas.

Berdasarkan pemahaman tersebut yakni terbentuknya wadah/ikatan/organisasi, maka tujuan jangka menengah yang nantinya hendak dicapai adalah :

§ Meningkatakan kemampuan kapasitas berorganisasi para alumni

§ Sebagai tempat saling bertukar informasi/pengalaman para alumni

§ Upaya mengharumkan nama baik sekolah oleh para alumni

Jangka panjang

Apabila tujuan jangka pendek telah difahami lalu kemudian tujuan menengah telah terbentuk dan telah berjalan sebagaimana mestinya sebagai suatu organisasi yang visioner, kredibel dan professional. Maka tujuan akhir atau tujuan jangka panjang yang lebih besar dan haqiqi dihaarapkan dapat tercapai.

Pertanyaanya : “apa tujuan pada kategori ini ? “ tiada lain adalah Organiasi ILUNI SMAN 1 Banjarsari, Lebak dapat memberikan suatu kontribusi/sumbangsih baik pisik (material) maupun mental (spiritual) yang dapat meningkatkan harkat dan maratabat kehidupan khalayak, khususnya masyarakat yang ada di kecamatan Banjarsari.

D. LANGKAH PEMBENTUKAN

Membangun sebuah organisasi memang sesuatu yang sangat technically, namun demikian gambaran berikut ini diharapkan dapat memberikan acuan untuk mewujudkan terbentuknya ILUNI tersebut.

Tahap Persiapan (Preparing Stage)

§ Dalam tahapan persiapan hal yang paling awal harus disampaikan kepada semua anggota jejaring adalah niat untuk membentuk wadah formal. Sehingga nanti dapat memancing respon setiap anggota baik berupa dukungan dan saran atau kritik sekalipun (kritik konstruktif tentunya).

§ Apabila niat atau maksud tersebut telah mendapatkan persetujuan dari anggota komunitas. Maka langkah selanjutnya para penggagas atau inisiator menetapkan petugas sementara (team formatur) untuk memformat kepengurusan resmi.

§ Selanjutnya apabila team formatur telah ada, maka team mesosialisasikan setiap tahapan kerja kepada komunitas, mulai dari: penyusunan AD & ART (termasuk tataran philosofis organisasi seperti Visi dan Misi tentunya) , Pendaftaran Calon Ketua & Wakil Ketua hingga kepada Memverifikasi Calon terpilih untuk dipilih oleh seluruh anggota komunitas lalu melantik/mengukuhkan Ketua & Wakil Ketua terpilih tersebut.

§ Apabila telah terpilih Ketua & Wakil ketua, maka team formatur menyerahkan mandat kepemimpinan organisasi sementaranya itu kepada ketua & wakil ketua untuk selanjutnya membentuk organisasi & team kerja dengan didasarkan kepada AD & ART yang telah tersusun.

Tahap Pembentukan (Establishing Stage)

Apabila telah mendapat mandat, maka Ketua & Wakil Ketua terpilih segera membentuk susunan organisasi (pengurus) ILUNI SMAN 1 Banjarsari, yang akan menjadi team kerja yang mereka pimpin.

v Dalam tahap awal susunan organisasi yang diharapkan terbentuk setidaknya dapat mencerminkan 3 (tiga) kerangka dasar organisasi yaitu: Unsur Pimpinan, Unsur Sekretariat baik administrasi Umum maupun Administrasi keuangan dan Unsur Teknis.

v Unsur Pimpinan Dimaksud adalah Ketua dan Wakil Ketua, unsur sekretariat adalah Sekretaris dan Bendahara kemudian unsur Teknis adalah Seksi-Seksi.

v Setelah terbentuk Sususan/Struktur Organisasi maka selanjutnya adalah menetapkan Fungsi/Tugas Pokok dan Job Description setiap anggota pengurus.

v Lalu kemudian menetapkan program kerja semua ansur-unsur pengurus yang ada

v Selanjutnya hal-hal yang sifatnya teknis dapat diatur dalam petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaan yang tentu saja membutuhkan sinergi semua pengurus.

Tahap Pelaksanaan (Performance Stage)

Ø Untuk Tahap pelaksanaan, penekanan utamanya secara garis besar bertumpu pada: bagaimana menjalankan organiasi untuk melaksankan kegiatan sebagaimana tercermin dalam program kerja yang telah lebih dahulu disusun, dengan sebaik-baiknya agar tujuan organisasi tercapai.

Ø Pelaksanaan organisasi yang baik perlu didahului dengan pemahaman visi dan misi secara utuh, kemudian didukung oleh organisasi yang sehat dan solid, sistem/mekanisme yang transparan serta kepemimpinan yang berkarakter. Dan tentu saja dan tidak boleh lupa kemaun yang kuat serta sikap iklash dalam menjalaninya.

E. PENUTUP

Tulisan ini hanya berupa sarana dalam rangka pemunculan ide/gagasan/pemikiran untuk menuju kristalisasi komunitas kepada arah dan tujuan yang lebih konkrit, dan bukan merupakan “buku saku” dalam menjalankan oganiasi dimaksud. Oleh karena itu pembentukan organisasi dalam konteks diatas, betul-betul memerlukan kesiapan yang dalam dan matang khususnya bagi calon pengurus.

*** :
- Alumni Tahun 1996 (Wali Kelas Bpk. Drs Kusnadi, Kepsek: Bpk. Drs. Juskardi)
- Berasal dari Kp. Tapos Desa Leuwi Ipuh, Kecamatan Banjarsari, Lebak.