RANGKASBITUNG – Program pemerintah pusat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Lebak akan terus berlanjut.
Tahun 2009 nanti, Lebak direncanakan akan kebagian Rp 63 miliar. Jumlah kecamatan juga juga bertambah. Bila tahun 2008 hanya 15 kecamatan, tahun depan bakal bertambah menjadi 25 kecamatan.
Fasilitator PNPM-MP Kabupaten Lebak Jamaludin Eka Saputra memaparkan, pemerintah pusat dan daerah sangat fokus dengan pelaksanaan PNPM-MP. “Ini bisa dilihat dari bertambahnya kecamatan penerima program ini. Bila tahun 2008 hanya 15 kecamatan, tahun depan menjadi 25 kecamatan dengan total dana 63 miliar,” kata Jamaludin di sela-sela pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar fasilitator PNPM-MP se-Kabupaten Lebak, Selasa (23/12). Pelatihan bagi Badan Kerjasama Antar-Desa (BKAD), Pendamping Lokal (PL), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), dan Badan Pengawas UPK (BPUPK), ini dimulai 21 hingga 24 Desember, di Hotel Kharisma Jujuluk, Rangkasbitung.
“Program PNPM-MP tiap tahunnya dinanti-nanti oleh masyarakat di desa karena tingkat keberhasilan program ini sangat baik dan menyentuh lapisan masyarakat marjinal, khususnya Rumah Tangga Miskin (RTM)” tambah Jamal.
Ketika ditanya kemungkinan permasalahan yang timbul, Jamal menilai permasalahan mungkin saja terjadi karena PNPM berhubungan dengan banyak orang.
“Tetapi melalui kerjasama yang baik antar-pelaku PNPM-MP baik tingkat desa hingga provinsi, Insya Allah dapat diselesaikan. Pelaporan permasalahan dilakukan berjenjang dan penyelesaiannya juga dituntut sesegera mungkin. Jika tidak, maka kecamatan tersebut kita katagorikan kecamatan bermasalah dan dana bantuan akan dihentikan. Tetapi sejauh ini, di Lebak tidak ada lagi kecamatan bermasalah,” lanjut Jamal.
Sementara itu, pelatihan kali ini digelar untuk peningkatan kapasitas masyarakat perdesaan. Acara ini semakin sering dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas yang tujuannya meningkatkan kemandirian masyarakat.
“Peningkatan kapasitas pelaku PNPM-MP di kecamatan secara berkala harus ditingkatkan, mengingat mereka nantinya akan mengelola program secara mandiri. Apalagi dana masyarakat yang dikelola juga semakin bertambah,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Sjamsudin Ishak, seraya menambahkan jumlah peserta 120 orang utusan dari 15 kecamatan. (day)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment