Jan 15, 2009

Banjir Landa Kecamatan Banjarsari

RANGKASBITUNG - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, mulai mengakibatkan banjir di 22 kampung di Kecamatan Banjarsari.

Data yang diperoleh Radar Banten dari Bagian Sosial Setda Lebak, banjir yang terjadi di Banjarsari antara lain di:

Kampung Babakan Waru, Desa Kertaraharja. Kampung Pasar Lama, Umbul Picung di Desa Kerta. Kampung Ciseda, Bojongjuruh, Bojong Meong, Cigintung, Kampung Sawah di Desa Bojongjuruh.

Kampung Gerendeng, Pasung di Desa Tamansari. Kampung Citeupuseun, Ranca Beda, Leuwicingcin di Desa Lebak Keusik, Kampung Ciateul, Cilegong, Desa Cidahu.

Kampung Jalupang I, Jalupang II, Jalupang III, Jalupang IV, Keusik I, Keusik II, Kampung Cihuluk di Desa Keusik. Kampung Ciruji dan Cicadas di Desa Ciruji. Kampung Cipaeh, Pulo, Ciwadung, dan Cikutra di Desa Cilegongilir. Kampung Kumpay di Desa Kumpay.

Engkos, salah seorang warga Desa Kertaraharja yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, banjir yang terjadi sejak, Rabu (14/1) lalu, akibat luapan Sungai Ciliman. Bahkan, kata Engkos, kalau hujan kembali turun ketinggian air di pemukiman warga di desanya dipastikan akan semakin tinggi.
“Sampai dengan pagi ini (pagi kemarin-red) hujan tidak terjadi. Tetapi entah kalau nanti siang atau sore nanti. Kalau hujan turun lagi, luapan Sungai Ciliman akan semakin membesar. Dan akhirnya banjir akan terus terjadi,” kata Engkos seraya menambahkan dalam banjir Rabu lalu, ketinggian air di pemukiman warga sekitar 50 cm.

Senada dikatakan Ruhiyat, salah seorang tokoh pemuda di Desa Cidahu. Kata dia, banjir yang terjadi di desanya merupakan banjir tahunan. Karena terbiasa, sejak hari Rabu lalu, tidak ada satu pun warga yang mengungsi.
“Setiap hujan deras, maka luapan Sungai Ciliman akan membanjiri desa kami. Tetapi bila hujan tidak datang lagi, banjir akan surut dengan sendirinya,” terang Ruhiyat.
Di tempat terpisah, Kepala Bagian Sosial Setda Lebak Wawan Ruswandi mengaku telah menerima laporan bencana banjir tersebut langsung dari Camat Banjarsari, Sardi. “Laporannya baru kami terima tadi pagi (kemarin-red), sehingga baru sekarang staf kami akan melakukan peninjauan ke sana (Banjarsari-red),” kata Wawan. (day) - www.radarbanten.com

P4DT Harus Tepat Sasaran


RANGKASBITUNG – Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa Tertinggal (P4DT) yang didanai lebih dari Rp 800 juta dalam bentuk fisik dan non-fisik kepada 4 desa di 2 kecamatan harus tepat sasaran.


Ini dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Terlebih saat ini banyak program pusat untuk daerah yang mekanismenya relatif sama, yang dimungkinkan tumpang tindih atau double program. Sementara, daerah lain yang memiliki kebutuhan yang sama terabaikan. Keempat desa itu adalah, Keroya dan Cirinten di Kecamatan Cirinten, serta Cisimeut dan Bojong Menteng di Kecamatan Leuwidamar.

Ketua Tim Koordinasi P4DT Kabupaten Lebak Robert Chandra mengatakan, untuk mengantisipasi persepsi yang keliru atas bantuan itu, pihaknya terus memberikan keterangan yang detail saat melakukan sosialisasi sebelum program itu diluncurkan, termasuk peringatan agar tidak melakukan penyimpangan.

“Jangan sampai program itu tidak tepat sasaran. Karenanya, saat sosialisasi kami berikan keterangan yang terperinci,” kata Robert, yang juga Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak, Selasa (13/1).
Mekanisme yang digunakan dalam implementasi program tersebut, menurut Robert, pihaknya cukup hati-hati agar tidak ada pihak yang dirugikan, termasuk penentuan pihak yang menyuplai barang program itu. “Kami menunjuk pengusaha lokal sebagai pihak pengadaan barang, yakni CV Unggul dan CV Maharani. Masing-masing bertanggung jawab atas pengadaan bibit karet dan alat-alat pengolah getah karet,” katanya.

Diterangkan Robert, anggaran ini digunakan untuk fisik dan non fisik, berupa penyediaan 50 ribu batang bibit pohon karet, 7.500 kilo gram pupuk dan alat pengolah getah karet yang disebar di 4 desa itu.
“Untuk bibit karet dan pupuknya sudah selesai didistribusikan bulan Desember lalu. Sementara alat pengolah getah karet baru berikan pekan depan,” ujar Robert menerangkan. (sir/brp)

sumber: www.radarbanten.com

Konversi Gas, Baru di 11 Kecamatan

RANGKASBITUNG – Pembagian gas konversi di Kabupaten Lebak, baru terlaksana di 11 kecamatan.

Data yang diterima Radar Banten dari Bagian Ekonomi Setda Lebak, 11 kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Cikulur, Cipanas, Muncang, Lebak Gedong, Leuwidamar, Cimarga, Sajira, Rangkasbitung, Warunggunung, dan Kalanganyar.

Sedangkan kecamatan yang sudah didata, namun belum mendapat distribusi antara lain Kecamatan Malingping, Cijaku, Cigemblong, Bojongmanik, Cirinten, Gunungkencana, Banjarsari, serta Sobang.
Sisanya, Kecamatan Cibadak, Maja, Curugbitung, Cihara, Cibeber, Cilograng, Panggarangan, Bayah, dan Wanasalam, hingga sekarang belum didata ole Pertamina melalui pihak ketiga.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Lebak Endang Suherman, yang ditemui Radar Banten mengatakan, seharusnya akhir tahun 2008 lalu, pendistribusian gas yang dilakukan pihak ketiga sudah selesai di 28 kecamatan. Namun kenyataannya, pendistribusian gas di Lebak baru dilakukan di 11 kecamatan.

“Kami sendiri tidak paham betul, mengapa pendistribusiannya terlambat. Hingga saat ini, kami belum menerima alasan dari pihak ketiga yang melakukan pendistribusian,” ujar Endang, Rabu (14/1) kemarin.
Senada dikatakan Kepala Seksi Perekonomian Rakyat Bagian Ekonomi Setda Lebak, Habib Abdilah. “Kalau tidak kita tanyai, mereka sulit memberikan laporannya. Kami pun tidak tahu apakah jumlah kecamatan yang menerima gas sudah bertambah atau belum,” Habib. (www.radarbanten.com


Jan 7, 2009

87 Sekdes Dipastikan Segera Terima SK PNS

RANGKASBITUNG/LEBAK - Sebanyak 87 sekretaris desa di Lebak dipastikan menjadi pegawai negeri sipil (PNS), terhitung tahun 2009 ini.
Surat keputusan pengangkatan ke-87 sekdes dari Kementerian Aparatur Negara (Menpan) telah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebak. Penyerahan SK para sekdes ini masih menunggu perintah Bupati Mulyadi Jayabaya, dan kini SK tersebut masih berada di BKD.
Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai BKD Lebak Yanto Sufa’at membenarkan hal ini. Namun untuk penyerahan SK kepada para sekdes yang diangkat, Yanto mengaku masih menunggu perintah Bupati.
“Dari 99 sekdes yang akan diangkat menjadi PNS, baru 87 yang akan menerima SK-nya. Hal itu dikarenakan berkas 12 sekdes lainnya masih dalam tahap pelengkapan karena masih dianggap ada yang kurang,” ujar Yanto kepada Radar Banten, kemarin.
Dijelaskannya, Pemkab Lebak mengajukan pengangkatan PNS sebanyak 272 dari 315 sekdes. Namun, pengangkatannya melalui dua tahapan. Karena itu, Yanto meminta sekdes yang belum diangkat untuk tetap bersabar.
“Menurut informasi yang kami terima, sisa sekdes dari jumlah total 272 yang telah kami ajukan, akan menerima SK PNS tahun ini juga (2009-red). Untuk itu, meski baru 87 sekdes yang akan menerima SK lebih dulu, sekdes yang lain harus tetap bersabar,” terangnya.
Di tempat terpisah, Kasubid Pengembangan Desa Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPPKBMPD) Lebak, Suparmin, mengharapkan, bila para sekdes telah menerima SK pengangkatan, kinerja di masing-masing desanya harus lebih ditingkatkan.
“Para sekdes yang akan menerima SK PNS harus bersyukur, sehingga kebijakan pemerintah terhadap mereka harus dibalas dengan kinerja yang lebih baik lagi,” harap Suparmin. (day)- sumber: www.radarbanten.com

2009, Dana PNPM Capai Rp 63M

RANGKASBITUNG – Program pemerintah pusat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Lebak akan terus berlanjut.
Tahun 2009 nanti, Lebak direncanakan akan kebagian Rp 63 miliar. Jumlah kecamatan juga juga bertambah. Bila tahun 2008 hanya 15 kecamatan, tahun depan bakal bertambah menjadi 25 kecamatan.
Fasilitator PNPM-MP Kabupaten Lebak Jamaludin Eka Saputra memaparkan, pemerintah pusat dan daerah sangat fokus dengan pelaksanaan PNPM-MP. “Ini bisa dilihat dari bertambahnya kecamatan penerima program ini. Bila tahun 2008 hanya 15 kecamatan, tahun depan menjadi 25 kecamatan dengan total dana 63 miliar,” kata Jamaludin di sela-sela pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar fasilitator PNPM-MP se-Kabupaten Lebak, Selasa (23/12). Pelatihan bagi Badan Kerjasama Antar-Desa (BKAD), Pendamping Lokal (PL), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), dan Badan Pengawas UPK (BPUPK), ini dimulai 21 hingga 24 Desember, di Hotel Kharisma Jujuluk, Rangkasbitung.
“Program PNPM-MP tiap tahunnya dinanti-nanti oleh masyarakat di desa karena tingkat keberhasilan program ini sangat baik dan menyentuh lapisan masyarakat marjinal, khususnya Rumah Tangga Miskin (RTM)” tambah Jamal.
Ketika ditanya kemungkinan permasalahan yang timbul, Jamal menilai permasalahan mungkin saja terjadi karena PNPM berhubungan dengan banyak orang.
“Tetapi melalui kerjasama yang baik antar-pelaku PNPM-MP baik tingkat desa hingga provinsi, Insya Allah dapat diselesaikan. Pelaporan permasalahan dilakukan berjenjang dan penyelesaiannya juga dituntut sesegera mungkin. Jika tidak, maka kecamatan tersebut kita katagorikan kecamatan bermasalah dan dana bantuan akan dihentikan. Tetapi sejauh ini, di Lebak tidak ada lagi kecamatan bermasalah,” lanjut Jamal.
Sementara itu, pelatihan kali ini digelar untuk peningkatan kapasitas masyarakat perdesaan. Acara ini semakin sering dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas yang tujuannya meningkatkan kemandirian masyarakat.
“Peningkatan kapasitas pelaku PNPM-MP di kecamatan secara berkala harus ditingkatkan, mengingat mereka nantinya akan mengelola program secara mandiri. Apalagi dana masyarakat yang dikelola juga semakin bertambah,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Sjamsudin Ishak, seraya menambahkan jumlah peserta 120 orang utusan dari 15 kecamatan. (day)