Serang—Lulu Jamaludin:
Iim Mansyur, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi Banten, mendesak pemerintah pusat agar memperhatikan keberadaan pemuda yang berada di pelosok dan pedesaan. Hal ini dimaksudkan agar pemberdayaan pemuda dapat merata.
Hal tersebut diutarakan Iim, dalam rapat konsultasi penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kepemudaan 2009-2014, Rabu (26/11) dengan pihak kementrian Pemuda dan Olah Raga. “Jangan hanya pemuda yang ada diperkotaan saja yang diberdayakan, tapi juga pemuda yang ada dipelosok juga harus ikut disentuh,” katanya.
Didalam acara itu juga ia mengatakan, sudah saatnya kementrian ini dan Bappenas (Badan Perencana Pembangunan Nasional) membuat skala prioritas, pemberdayaan pemuda serta pengentasan kemiskinan.
Dikatakanya, dengan membuat skala prioritas ini, program pemberdayaan pemuda dan pengentasan kemiskinan dapat tepat sasaran. Artinya, jika belum memenuhi skala prioritas yang ada, program itu dapat diberikan kepada yang lebih membutuhkan.
“RAN ini harus berpihak kepada rakyat kecil. Dan dengan skala prioritas itu, dana yang sudah dikeluarkan pemerintah tidak sia-sia sebab tertuju langsung kepada pihak yang benar-benar membutuhkan,”jelasnya.
Menanggapi usulan ini, Direktur Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Bappenas Dadang Rizki, menuturkan pemberdayaan pemuda dan pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tapi juga pemerintahan di daerah.
“Contohnya begini, pemerintah pusat sudah membuat program untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan pemuda. Selanjutnya program ini diteruskan ke daerah,”
ujarnya.
Rizki melanjutkan, daerah harus siap untuk menjalankan program ini. “Jadi harus ada kesinergian antara pusat dan daerah untuk menjalankan sebuah program agar bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.(*) sumber: www.bantenlink.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment