May 29, 2007

SELAYANG - PANDANG

Mengemukakan hal-ikhwal tentang banten kidul bukanlah perkara gampang, karena ini menyangkut "bagaimana dulu", "ada apa sekarang", dan "akan seperti apa nanti". Melihat "sosok" banten kidul pada dasarnya tidak akan terlepas dari "sosok" banten itu sendiri bahkan mungkin indonesia secara keseluruhan.

Sehingga tidak heran bila hal ini saya jadikan slogan dalam blog ini, karena untuk memandang utuh suatu pembahasan tenang banten kidul harus menyangkut : CERITA/sejarah masa lalu, REALITA/kenyataan yg terjadi saat ini dan CITA-CITA/harapan yang perlu dicapai nanti.

Sejarah

Sebagaimana disebutkan dalam web site www.lebakkab.go.id sejarah banten kidul tidak terlepas dari sejarah kabupaten lebak itu sendiri, yang mana menyebutkan bahwa pada tanggal 19 Maret 1813 Kesultanan Banten dibagi kedalam beberapa wilayah :
  1. Banten Lor
  2. Banten Kulon
  3. Banten Tengah
  4. Banten Kidul
Pada waktu itu wilayah banten kidul ibukota pemerintahannya berada di Cilangkahan, sehingga berawal dari sejarah inilah sebutan banten kidul sebetulnya telah lama ada.

Seiring dengan masuknya kolonial belanda, bekas keresidenan banten ini kemudian mengalami beberapa pergantian kewilayahan yang salah satunya adalah muncul istilah Kabupaten Lebak

Tanggal 14 Agustus 1925 Pemerintah Kolonial belanda menetapkan Kabupaten Lebak sebagai daerah pemerintahan sendiri yang mana wilayah kerjanya meliputi: Distrik Parungkujang, Distrik Rangkasbitung, Distrik Lebak dan Distrik Cilangkahan. Dari sinilah awal mula Cilangkahan masuk kepada wilayah kerja kabupaten lebak. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi web site tersebut diatas !

Sedangkan Banten Kidul atau istilah lainnya Banten Selatan, saat ini merupakan daerah-daerah yang terdiri dari beberapa kecamatan dan merupakan bagian dari wilayah kerja kabupaten lebak, propinsi banten.

Cakupan Banten Kidul
Untuk lebih mudah dalam memetakan wilayah mana saja yang mencakup banten kidul, perlu terlebih dahulu memetakan wilayah Banten. Karena wilayah cakupan banten kidul saat ini merupakan turunan ketiga dari wilayah Provinis Banten, yakni: Provinis Banten -> Kabupaten Lebak -> Kecamatan-kecamatan yang merupakan cakupan wilayah Banten Kidul.

Provinsi Banten
Dulu wilayah provinsi banten merupakan bagian dari provinsi jawa barat, namun sejak tahun 2000 banten terpisah dari jawa barat dan menjadi provisi tersendiri. Wilayah kerja Provinsi Banten terdiri dari : Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang (yang saat ini sedang diarahkan menjadi Kota), Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Kota/kabupaten yang berada didalam wilayah kerja provinsi banten terdiri dari beberapa ratus kecamatan, termasuk kecamatan-kecamatan yang berada didalam wilayah kerja kabupaten lebak.

Mengingat demikian luasnya cakupan wilayah kecamatan-kecamatan yang masuk kedalam kabupaten lebak, maka tidak semua kecamatan dikategorikan kedalam cakupan banten kidul. Maka dengan itu, yang dimaksud dengan cakupan wilayah banten kidul dalam konteks ini yaitu sebagian wilayah kabupaten lebak paling kidul (selatan) yang terdiri dari beberapa kecamatan.

Kabupaten Lebak
Adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Rangkasbitung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang di utara, Provinsi Jawa Barat di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Pandeglang di barat. Luas wilayahnya 3.120 km², dan jumlah penduduknya 1,1 juta jiwa (2003). Kabupaten Lebak terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten. Kota ini dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak.

Bagian utara kabupaten ini berupa dataran rendah, sedang di bagian selatan merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Halimun di ujung tenggara, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Sungai Ciujung mengalir ke arah utara, merupakan sungai terpanjang di Banten. (sumber: www.wikipedia.org)

Kabuapten lebak terdiri dari 23 kecamatan, yaitu : Banjarsari | Bayah | Bojongmanik | Cibadak | Cibeber | Cijaku | Cikulur | Cileles | Cilograng | Cimarga | Cipanas | Curugbitung | Gunungkencana | Leuwidamar | Maja | Malingping | Muncang | Panggarangan | Rangkasbitung | Sajira | Sobang | Wanasalam | Warunggunung ((sumber: www.wikipedia.org)

Banten kidul dalam konteks ini
Dari 23 kecamatan yang ada tersebut tidak semuanya disebut banten kidul, dalam hal ini hanya 10 kecamatan, dimana 9 dari 10 kecamatan tersebut (secara sejarah) ex distrik banten kidul / kawedanaan cilangkahan, yaitu: Banjarsari, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cijaku, Wanasalam, Cilograng, Cibeber dan Cigemblong(www.kompas.com, 18.06.2007)

Kondisi Alam
Secara umum kondisi alam wilayah banten kidul terdiri dari tiga kategori: Dataran Rendah, Perbukitan dan Pesisir/Pantai.

Dataran rendah umumnya merupakan areal pertanian dan perkebunan. Pertanian yang berada didaerah ini hampir sebagian besar pertanian penduduk baik berupa sawah-tadah hujan maupun palawija, sedangkan perkebunan terdiri dari kelapa, kelapa sawit dan karet. Kondisi alam sperti ini sebagian besar berada di wilayah Banjarsari hingga perbatasan dengan Gunung Kencana dan Malingping.

Kondisi alam perbukitan umumnya berupa areal perkebunan kelapa, kelapa sawit, karet, coklat bahkan kehutanan yang sebagian besar merupakan kehutanan pemerintah dengan spesis mahoni dan jati. Sebagian kecil perkebunan tanah adat berupa kelapa, melinjo, palawija termasuk aren. Kondisi alam demikian terdapat di Cijaku, Cilograng, Cibeber dan Cigemblong.

Kondisi alam kearah selatan adalah alam pesisir/pantai, meliputi Panggarangan, Bayah, Cihara dan sebagian Wanasalam. Banyak patai tempat wisata yang sering di kunjungi di wilayah ini diantaranya pantai Bagedur, Karangtaraje, Cibobos dll

Sebagian besar kondisi alam banten kidul bercorak aggraris dan pantai, maka tidak heran bila banyak terdapat sungai/kali mengalir di wilayah ini. Diantara sungai yang cukup besar/panjang adalah sungai Cihara dan sungai Ciliman.

* Sumber Daya Alam
Hasil bumi merupakan sumber daya alam andalan wilayah banten kidul, baik pertanian, perkebunan maupun palawija.

Semakin keselatan hingga yang berbatasan dengan Pelabuhan Ratu/Sukabumi merupakan daerah pantai dan sentra areal penangkapan ikan bagi para nelayan, tempat pelelangan ikan Binuangeun adalah tempatnya. Daerah ini juga masih menyimpan potensi pertambangan seperti pasir, bouksit, batu bara hingga logam mulia seperti emas. (www.kompas.com 20.11.2006)

Sentra pertambangan emas Cikotok yang terkenal yang mulanya lebih dahulu "dijarah" oleh penjajah Belanda kemudian di lanjutkan "dikeruk" oleh Aneka Tambang, merupakan bukti betapa tingginya kandunga sumber daya mineral di banten selatan/kidul ini. Wacana akan dibangunya pabrik semen di daerah ini juga tidak terlepas karena begitu potensialnya daerah ini.

Demikian juga yang telah lebih dahulu ada pabrik pengolahan kelapa sawit (yang konon) terbesar di jawa barat (waktu itu banten masih bagian dari jawa barat) bahkan konon terbesar di pula jawa, juga tidak terlepas dari potensi yang ada dari sektor perkebunan. Pabrik pengolahan latex (getah karet) yang berada di kecamatan Gunung Kencana yang sebagian perkebunannya berada di wilayah banten kidul juga menandakan potensialnya daerah ini untuk sektor perkebunan.

Pengembangan pariwisata pantai serta perikanan (laut) merupkan potensi sumber daya alam yang yang saat sekarang ini sedang "haus" menantikan para investor

* Kondisi Sosial masyarakat
Sebagai masyarakat yang masih bercorak agraris, kehidupan masyarakat banten kidul masih memiliki sense of communal yang tinggi, terutama di pedesaan. Seperti umunya masyarakat pedesaan, kehidupan keaagmaan juga masih nampak disana, peranan pondok pesantren yang jumlah sangat banyak merupakan dinamisator bermasyakarat yang masih nampak hingga saat ini. Peranan ulama/kyai dan pemuka adat/kampung umumnya lebih menonjol dalam mempelopor kedinamisan masyarakat ketimbang pemerintah formal.

* Infrastruktur, sarana informasi & komunikasi














ISTILAH BANTEN KIDUL

Istilah/nama "Banten" sudah pasti akrab pada telinga setiap orang khususnya untuk seantero pulau jawa dan umumnya untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tetapi untuk istilah "Kidul" mungkin tidak akan seakrab dengan istilah banten itu sendiri.

Dalam terminologi bahasa indonesia, empat arah mata angin yang utama terdiri dari: Utara, Barat, Timur dan Selatan. Sedangkan dalam terminologi bahasa daerah (termasuk) bahasa sunda dikenal istilah : Lor/Kaler, Kulon, Wetan dan Kidul.

Lor/Kaler = Utara,
Kulon = Barat,
Wetan = Timur,
Kidul = Selatan.

Dengan demikian istilah Banten Kidul = Banten Selatan.

Menurut pendapat saya, istilah Banten Kidul lebih memiliki history psikologi dengan Dinasti Kaolotan yang menempati spiritual spirit tersendiri/khusus dalam diri warga masyarakat banten kidul sekaligus sebagai aset spiritual/budaya.

Tapi sebaliknya, apabila mendengar istilah Banten Selatan bayangan orang umumnya hanya akan tahu sebagai "kabupaten lebak/rangkas bitung bagian ujung/selatan yang ada pantainya".. ........atau bagian dari wilayah kerja kabupaten lebak.

Demikian pula dilihat dari sisi sejarah, sebetulnya istilah banten kidul telah dikenal jauh sejak jaman kesultanan banten. Sedangkan istilah banten selatan, dikenal setelah ada kebaupaten lebak.



May 28, 2007

MEMANFAATKAN BLOG'S

Bagaimana cara memanfaatkan blog yang saya sediakan ini ?

Bagi Owner (Pemilik Blog)

Selaku owner, blog ini akan saya manfaatkan sebagai ajang untuk tulis-menulis khususnya yang berkaitan dengan banten kidul (khususnya) atau untuk wilayah banten secara keselurhan (umumnya).

Blog ini merupakan media saya dalam olah fikir dan olah rasa, baik itu masalah religi / keagamaan, sosial / kemasyarakatan, perekonomian / pembangunan, politik / pemerintahan, pendidikan, seni, parawisata , kebudayaan dan sebagainya.....dan sebagainya yang dapat saya tuangkan kedalam tulisan.


Bagi Visitor (Pengunjung)
Untuk para pengunjung blog saya khususnya yang mencintai banten kidul, blog ini dapat dijadikan sebagai wahana baca, wahana apresiasi, wahana diskusi terhadap apa-apa yang berkaitan dengan banten kidul serta media untuk menyambung silaturahmi.

Bagi anda yang berkesempatan berkunjung pada blog saya ini, kemudian tertarik untuk bersilaturrahmi dengan saya silahkan mengisi komentar pada menue "komunikasi "pengunjung" atau sarana komunikasi lain sebagaimana yang telah saya infokan.

Terima kasih atas kunjungannya.... tetap cinta banten kidul..... dan selamat berjuang..... !

TENTANG BLOG'S


Source hosting

Web saya ini free hosting yang dalam hal ini dari blogspot / www.blogger.com, terus terang saya belum terlalu tahu banyak tentang pemilik domain/situs ini karena sampai saat ini hanya sebatas memanfaatkan yang mereka sediakan. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih kepada pemilik domain/situs tersebut.


Alamat situs blog's

Blog saya ini beralamatkan pada www.bantenkidul.blogspot.com


Title blog's

Blog's ini saya beri nama "BANTEN KIDUL"


Slogan blogs'

Mari tetap CINTA, belajar dari CERITA, berinteraksi dengan REALITA dan gelorakan semangat demi CITA-CITA


Makna slogan blog's

KECINTAAN terhadap kampung halaman hendaknya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kapanpun, dimanapun , siapapun dan seperti apapun kita hendaknya kita tetap mencintai banten kidul. Lemah-cai tempat urang di ayun-ambing ku indung, tempat urang awal nincak lemah, tempat urang medar kadunia..... meureun isuk jaganing geto tempat urang nitipkeun waruga mangsa urang tilar dunia.

Banten kidul tidak akan terlepas dari CERITA atapun sejarah (baik formal, tidak formal bahkan sekedar mytos sekalipun). Cerita/sejarah adalah pengalaman masa lalu yang sangat berharga, anu ngajadi carita kana hirup-kumbuhna manusa.. candak nu saena, piceun nu awona....!

REALITA/kenyataan yang kita alami adalah suatu keniscayaan hidup yang tidak bisa kita hindari, apapun yang kita alami hari ini adalah episode hidup yang harus kita jalani dengan bijak. Berinteraksi dengan realita adalah senantiasa olah fikir, olah rasa dan unjuk karya agar semua bermuara kepada satu cita-cita bagaimana agar masyarakat bantek kidul hidup lebih mulya...!

Dibekali dengan cinta, bercermin/belajar kepada cerita masa lalu dan berinteraksi dengan realiata dalah keharusan untuk menggapai CITA-CITA..........

Cita-cita kita (aku, engkau dan mereka) adalah sama yakni mewujudkan banten kidul yang dapat "MEMANUSIKAN" MANUSIA.............

Tujuan pembuatan blog's

Mengolah fikir, mengolah rasa dan unjuk karya merupakan metoda seseorang dalam mengekspresikan cintanya kepada banten kidul.

Ekspresi cinta kepada banten kidul bisa dengan methode apa saja dan bisa dimana saja, karena sedetik saja anda/kita ingat akan banten kidul atau sesaat saja anda/kita terbayang tanah kelahiran anda/kita di banten kidul layak dikatakan cinta kepada banten kidul.

Mencintai banten kidul dapat di ibaratkan dengan suatu "pemberian shodaqoh", yang dapat berdimensi beberapa nilai. Baik itu nilai ruhiyah, maliah, insaniah maupun nilai etika/moral.

  • Panjatkan do'a anda untuk banten kidul maka cepat atau lambat Alloh akan mendengar.......
  • Infaqkan harta, tenaga, fikiran anda untuk kejayaan banten maka orang akan mencatat anda dengan "tinta emas" ......
  • "Manusikan" orang yang ada dibanten kidul, "hewankan" binatang yang ada dibanten kidul, "hijaukan" alam dan tumbuhan yang ada dibanten kidul..... maka dengan semua itu anda akan laksana "harimau meninggalkan belang"........
  • Junjung-tinggi etika/moral dalam menjalani kehidupan di banten kidul... maka anda telah berbuat untuk separoh perjuangan.....

Dengan :

Berdo'a untuk banten kidul : anda/kita telah berbuat untuk banten kidul yang bernilai ruhiah,

Berinfaq (harta, tenaga dan firkiran) untuk banten kidul : anda telah berbuat untuk banten kidul yang bernilai maliah,

"Memanusiakan" - manusia, "menghewankan" - binatang, "menghijaukan" - alam/tumbuhan di banten kidul anda telah berbuat untuk banten kidul yang bernilai insaniah (sadar akan hukum 'alam / sunatullah)

Dimana bumi dipijak-disitu langit dijunjung (sadar akan etika/moral) kita terapkan di banten kidul dalam kehidupan sehari-hari : maka anda telah berbuat untuk banten kidul yang bernilai etika/moral.

BLOG INI ADALAH EKSPRESI CINTA SAYA KEPADA BANTEN KIDUL......!

TENTANG SAYA (Blog's Owner)


Meskipun saat ini saya beraktifitas diluar daerah Banten Kidul, tetapi karena saya lahir dan dibesarkan di sana maka hati dan fikiran sungguh tidak dapat dipisahkan. Kehadiran blog ini pun tidak terlepas dari sense of belonging terhadap lembur pangbalikan tersebut.

Riwayat Kelahiran
Menurut Ibu saya sesaat setelah saya dilahirkan uwak (kakanya ibu) saya memberikan nama kepada saya Dedi Rustandi, meskipun saat ini (secara formal) hanya tertulis Rustandi. Saya terlahir dan dibesarkan dari keluarga muslim sederhana pada tanggal 18 Januari 1978 tepatnya di Desa Leuwi Ipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten Selatan (Kidul). Ibu saya adalah bernama Tuti (Nurhayati) (anak Muhammad Nursaid (abah Said) bin Sukma dengan Janasih binti Tb. Abdul Jawadz), sedangkan bapak saya bernama Surdin (anak Jari bin Dairam dengan Saprah binti Kaham)

Riwayat Pendidikan
Saya menempuh pendidikan di SDN Leuwi Ipuh II pimpinan ibu Enok Kurniawati. Guru saya di Kelas I adalah pak Suranata (Mamat) dan pak Fachrurazi, kemudian kelas II masih pak Fahrurazi, lalu kelas III pak Suranata (Mamat) yang setelah beliau di mutasi ketempat lain (menjadi kepala sekolah) di teruskan oleh ibu Siti Nurhayati, kelas IV pak Wastadi, kemudian kelas V p Aar Arkasim dan kelas Vi pak Hasan Basri. Masih pada periode ini, sore harinya saya juga menempuh pendidikan Madrasah di MI. Mathlaul Anwar Tapos pimpinan Alm. Ust. Hassan.

Selepas pendidikan dasar saya meneruskan pendidikan lanjutan tingkat pertama di SMPN 1 Banjarsari dan Tahun 1990. Kelas I wali kelas bpk. Engkun Sobari (yg diteruskan oleh bpk. Asep Otas Junaedi), kemudian kelas II bpk. Amar Suhenda dan kelas III bpk. Suhadi.

Saya menamatkan pendidikan lanjutan tingkat atas di SMAN1 Banjarsari. Wali kelas saya waktu itu masing-masing I bpk. Kurnia, II bpk. Taprodi dan III bpk. Kusnadi

Sedangkan pendidikan tinggi saya tempuh di Universitas Terbuka (FISIP Prodi Ilmu Pemerintahan)

Adapun pendidikan kejuruan yang saya tempuh adalah seputar Asuransi (khususnya asuransi umum) , dan yang terakhir ini saya tempuh di Lembaga Pendidikan Asuransi Indonesia (LPAI) dan di Jakarta Insurance Insititute (JII).

Untuk belajar cas-cis-cus....:) saya juga pernah "nyantri" di Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris IEC +/- selama 18 bulan.

Kegemaran/hobi
Kegemaran saya yang utama adalah membaca, disamping itu saya juga suka menulis, selain dua itu saya juga senang berorganisasi.

Aktifitas
Menjalani kehidupan sebagai kepala keluarga seperti orang lain upada mumnya adalah kegiatan saya saat ini, bersama istri saya tercinta: Siti Rodiah dan kami telah dikarunia satu orang putri : Nita Alviriani Rustandi (10 tahun) dan seorang putra: M. Dandi Aprilianayah (2 tahun)

Disamping itu saya juga sebagai pegawai swasta pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang reinsurance broker & consultant.


Sarana komunikasi
021 - 808 900 20 (kantor)
0878 87 160 735 ( mobile)

e-mail : roestandi@gmail.com, rustandi@dekai.co.id